Bantul — Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul menghadirkan program bertajuk "SONJO" sebagai pendekatan baru dalam membangun kedekatan dengan satuan pendidikan. Berbeda dengan kegiatan monitoring formal pada umumnya, SONJO merupakan kegiatan non-formal yang digagas sebagai upaya silaturahmi dengan sekolah di luar forum-forum resmi.
Lewat suasana yang lebih santai dan kekeluargaan, SONJO bertujuan mempererat hubungan antara Dikpora dan satuan pendidikan, sekaligus menjadi ruang untuk "belanja masalah" — menjaring persoalan yang dihadapi sekolah secara langsung dari sumbernya. Dari situ, dinas dan pihak sekolah dapat duduk bersama mencari solusi atas kendala yang ada, tanpa sekat formalitas.
Sonjo Perdana ke Srandakan dan Bantul Kota
Hari ini, Selasa (18/8/2026), kegiatan Sonjo digelar di dua sekolah, yakni SD Negeri 1 Srandakan dan SD Negeri 3 Bantul. Kunjungan ini secara khusus ditujukan untuk menggali informasi terkait fenomena kuota Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD yang tidak terpenuhi di beberapa satuan pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, tim Dikpora berdialog langsung dengan pihak sekolah untuk memahami akar persoalan minimnya pendaftar, mulai dari faktor lokasi, demografi calon peserta didik, hingga persepsi masyarakat terhadap sekolah. Informasi yang terkumpul dari lapangan ini menjadi bahan penting bagi dinas untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.
Silaturahmi Sekaligus Cari Solusi Bersama
Melalui pendekatan Sonjo, Dikpora Bantul berharap dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan sekolah-sekolah, sehingga persoalan di lapangan dapat terdeteksi lebih dini dan solusinya dirumuskan secara kolaboratif. Kegiatan ini rencananya akan terus menyasar satuan pendidikan lain di Kabupaten Bantul guna memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh atas berbagai fenomena dan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan dasar di wilayah tersebut.
