Pundong, Bantul — Suasana kebun praktik SMP Negeri 2 Pundong tampak berbeda pada Kamis, 16 Juli 2026. Alih-alih rutinitas belajar di dalam kelas, para siswa turun langsung ke lahan untuk memanen aneka sayuran sekaligus menanam bibit pohon buah-buahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program bertajuk "Food Heroes Generation" yang telah berjalan sejak Mei 2026.
Program "Food Heroes Generation" adalah inisiatif pendampingan budidaya tanaman pertanian yang bertujuan membangun literasi dan kemandirian pangan bagi siswa generasi Z melalui pendekatan praktis di sekolah. Dalam program ini, siswa tidak hanya diajarkan teori bercocok tanam, tetapi juga terlibat langsung dalam proses budidaya, mulai dari penanaman hingga panen.
Program ini digagas dan dilaksanakan oleh SMP Negeri 2 Pundong bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul. Kolaborasi turut melibatkan DPRD Kabupaten Bantul serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul. Kegiatan panen pada 16 Juli 2026 juga dihadiri oleh unsur kepolisian, tokoh masyarakat, guru, dan puluhan siswa SMP N 2 Pundong yang menjadi pelaku utama budidaya di kebun sekolah.
Program ini resmi dimulai sejak Mei 2026 dengan tahap pendampingan budidaya tanaman. Puncak kegiatan panen sayuran dan penanaman pohon buah-buahan berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di area kebun praktik SMP Negeri 2 Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keberhasilan program "Food Heroes Generation" dinilai bergantung pada kolaborasi sinergis antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan ekosistem pertanian lokal. Melalui pendekatan praktik langsung, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep ketahanan pangan secara teoretis, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesadaran dan keterampilan dalam bercocok tanam sebagai bekal kemandirian pangan di masa depan.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui pendampingan intensif kepada siswa dalam mengelola lahan kebun sekolah. Selama kurang lebih dua bulan, siswa dibimbing menanam dan merawat berbagai jenis sayuran seperti tomat dan terong. Pada puncak kegiatan, siswa memanen hasil budidaya tersebut secara langsung didampingi perwakilan dinas terkait, sekaligus melakukan penanaman bibit pohon buah-buahan sebagai kelanjutan program. Kegiatan ini turut ditandai dengan pemasangan banner program "Ketahanan Pangan, Perikanan & Pertanian" di area kebun sebagai penanda keberlanjutan inisiatif tersebut di lingkungan sekolah.
Dengan berjalannya program ini, SMP Negeri 2 Pundong berharap dapat menjadi contoh sekolah yang berhasil mengintegrasikan pendidikan literasi pangan dan pertanian ke dalam kegiatan siswa sehari-hari, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pertanian lokal.
