DIKPORABANTULNEWS - Langkah besar diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mendukung transformasi pendidikan nasional. Siang ini, Pengurus Lingkar Daerah Belajar (LDB) Nasional bersama jajaran Pelingkar LDB Bantul serta pejabat teras Pemkab Bantul sukses menggelar audiensi bersama Bupati Bantul. Pertemuan ini membahas kesiapan dan keterlibatan strategis Kabupaten Bantul dalam ajang bergengsi Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang akan digelar pada 1–2 Juli 2026 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman.
Dalam audiensi tersebut, hadir perwakilan LDB Nasional, Andreas, didampingi Pelingkar LDB Bantul (Bu Nursanti, Bu Erni, Bu Eti, dan Pak Hariyadi). Kehadiran mereka diperkuat oleh dukungan penuh dari birokrasi Bantul, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Dinas, Kabid PTK, hingga Kepala Bappeda beserta jajarannya. Salah satu poin paling mencuri perhatian adalah keterlibatan langsung Bupati Bantul dalam sesi utama konferensi. Bupati Bantul dijadwalkan menjadi pembicara dalam sesi "Dialog Berpihak Kepada Anak" yang akan berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Kamis, 2 Juli 2026
Waktu: 13.40 - 14.40 WIB
Tempat: Auditorium UNY
Tidak main-main, Bupati Bantul akan berbagi gagasan di panggung yang sama dengan tokoh-tokoh nasional dan lintas sektor, antara lain:
Menteri Keuangan RI
Bupati Jember
Bupati Murung Raya
Deputy CEO Paragon Corp
Selain sesi dialog bupati, Pemkab Bantul juga mengambil peran masif di dua lini lainnya:
Sesi "Rembuk Daerah" Akan dilaksanakan pada Rabu, 1 Juli 2026 (09.55 - 10.40 WIB) di Gedung Alumni UNY. Sesi ini akan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Pameran Kerja Barengan Sebuah eksibisi luar ruangan (outdoor) di area UNY yang menyajikan potret sinergi pendidikan, bersandingan dengan daerah binaan LDB lainnya seperti Pemda Sleman.
Merespons agenda besar ini, Bupati Bantul memberikan arahan tegas agar persiapan dilakukan secara matang dan terintegrasi.
"Saya minta penyampaian materi di sesi 'Dialog Berpihak Kepada Anak' dan apa yang ditampilkan di 'Pameran Kerja Barengan' harus benar-benar sinkron, menunjukkan benang merah keberhasilan Bantul," tegas Bupati.
Lebih lanjut, untuk menyukseskan sesi Rembuk Daerah, Bupati menginstruksikan koordinasi kilat yang melibatkan multi-instansi strategis di Bantul, mulai dari BPBD, Dikpora, Dinas Kebudayaan, Dinas P3A, PP, dan KB, BAZNAS, DPMKal, hingga Bappeda. Langkah gotong royong ini diharapkan mampu membawa nama Bantul sebagai pionir daerah yang memiliki ekosistem pendidikan paling ramah dan berpihak pada anak. (RAA)
