Bantul — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul turut hadir dalam prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung baru TK 'Aisyiyah Pembina Banguntapan Unit 2 di Potorono, Banguntapan, Bantul, Jumat (24/7). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., didampingi jajaran pimpinan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari berbagai tingkatan di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta jajaran Dinas Dikpora Kabupaten Bantul.
Kehadiran Dikpora Bantul dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan dan sinergi pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini di wilayahnya, khususnya melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang didukung oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pembangunan gedung baru ini diharapkan mampu menambah kapasitas layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak usia dini di kawasan Banguntapan.

Ketua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Dra. Latifah Iskandar, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata kontribusi panjang 'Aisyiyah dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kiprah 'Aisyiyah di bidang PAUD dan Taman Kanak-kanak telah berlangsung sejak 107 tahun lalu, sejak mendirikan taman kanak-kanak pertama di Kauman, Yogyakarta, hingga kini berkembang menjadi ribuan lembaga di seluruh Indonesia.
Dukungan yang ditunjukkan Dikpora Bantul melalui kehadirannya dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan berbasis masyarakat seperti 'Aisyiyah.
Kepala TK 'Aisyiyah Pembina Banguntapan, Efendi Windanu, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan gedung baru yang dinilai penting untuk menjawab kebutuhan ruang belajar, mengingat keterbatasan ruang kelas menjadi tantangan di tengah meningkatnya jumlah peserta didik. Bantuan revitalisasi yang diterima sekolah tersebut mencapai Rp1.411.340.000, dengan sekitar Rp1,2 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik gedung dan sisanya untuk biaya pengelolaan.
Proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari atau sekitar lima bulan, sehingga gedung baru diharapkan dapat digunakan pada Desember 2026, dengan konstruksi mulai dikerjakan pada Senin mendatang.
Kehadiran Dikpora Bantul dalam acara ini diharapkan dapat semakin mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan masyarakat, guna mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan merata di Kabupaten Bantul.
