Bantul-Gianyar Perkuat Sinergi, Bersama Dorong PAUD Bermutu dan Berbudaya

DIKPORABANTULNEWS - Penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) terus membutuhkan kolaborasi, pertukaran pengalaman, dan komitmen bersama dari berbagai daerah. Semangat tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Dinas Pendidikan dan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar ke Kabupaten Bantul, Senin (14/9/2026). Rombongan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar dipimpin oleh Dr. Ida Ayu Ketut Surya Adnyani Mahayastra, S.E., M.AP. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk berbagi pengalaman sekaligus menggali berbagai praktik baik dalam penyelenggaraan dan pengembangan PAUD di Kabupaten Bantul.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan, dilanjutkan pembukaan dan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Bunda PAUD. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian maksud dan tujuan kunjungan kerja oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar. Dalam kesempatan tersebut, Ibu PAUD Kabupaten Bantul, Hj. Emi Masruroh, M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus memaparkan profil Ibu PAUD Kabupaten Bantul dengan tema “Kiprah, Sumbangsih, dan Dedikasi Membangun PAUD Bermutu di Kabupaten Bantul.”

“Kunjungan ini bukan sekadar bertukar informasi, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar dan memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan layanan PAUD yang bermutu, inklusif, berbudaya, dan berpihak pada kebutuhan anak.”
Hj. Emi Masruroh, M.Pd., Ibu PAUD Kabupaten Bantul
(draft kutipan untuk konfirmasi narasumber)

 

Dalam pemaparannya, Hj. Emi Masruroh menunjukkan berbagai kiprah dan sumbangsih dalam penguatan ekosistem PAUD di Kabupaten Bantul. Salah satunya adalah prakarsa dan pendampingan terhadap proses alih status satuan PAUD, yang ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Bupati Bantul pada 5 Desember 2023 mengenai alih status 11 TK swasta menjadi TK negeri. Kebijakan tersebut kemudian diperkuat dengan Peraturan Bupati Bantul Nomor 37 Tahun 2025 serta perolehan NPSN bagi 11 TK Negeri baru. Selain aspek kelembagaan, penguatan mutu PAUD juga dilakukan melalui pembangunan budaya pendidikan yang inklusif. Ibu PAUD Kabupaten Bantul aktif terlibat dalam kegiatan peningkatan kompetensi penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sebagai bagian dari upaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mendapatkan layanan pendidikan yang layak. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui advokasi lintas sektor. Berbagai upaya dilakukan untuk mendorong penguatan regulasi daerah, PAUD Holistik Integratif, layanan kesehatan anak usia dini, pemenuhan hak identitas anak, peningkatan kualifikasi pendidik, hingga dukungan anggaran bagi peningkatan mutu layanan PAUD.

 

Salah satu program yang menjadi ciri khas kiprah Ibu PAUD Kabupaten Bantul adalah “Bermain Bersama Ibu PAUD Kabupaten Bantul”. Program tersebut menjadi ruang bagi Ibu PAUD untuk berinteraksi secara langsung dengan peserta didik, memonitor proses pembelajaran, sekaligus menyosialisasikan kebijakan PAUD bermutu secara lebih dekat kepada masyarakat.

“PAUD harus dibangun sebagai sebuah ekosistem. Anak tidak dapat berdiri sendiri; keberhasilan layanan PAUD membutuhkan keterlibatan satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan.”
Hj. Emi Masruroh, M.Pd.
(draft kutipan untuk konfirmasi narasumber)

 

Pengembangan PAUD di Bantul juga diarahkan untuk tetap berpijak pada karakter dan kearifan lokal Yogyakarta. Hal tersebut antara lain diwujudkan melalui berbagai kegiatan bertema kebudayaan serta penyelenggaraan Semarak PAUD Bantul sebagai ruang kreasi dan interaksi bagi para pemangku kepentingan PAUD di Kabupaten Bantul. Di sisi lain, kemitraan dengan perguruan tinggi dan sektor swasta terus dikembangkan untuk memperluas dukungan sumber daya dan keilmuan bagi kemajuan PAUD. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung dan berkelanjutan.

 

Dari sisi layanan, Kabupaten Bantul memiliki cakupan akses PAUD yang luas. Data dalam profil Ibu PAUD Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa seluruh 75 desa di Bantul telah memiliki layanan PAUD, dengan 1.285 lembaga PAUD yang terdata secara resmi. Seluruh kecamatan juga telah memiliki layanan PAUD negeri. Sementara dari aspek mutu, sebanyak 88,5 persen guru PAUD di Bantul telah berijazah S1/D4, 59,54 persen guru telah sesuai kualifikasi linier, dan 79,91 persen satuan PAUD telah terakreditasi minimal B. Sebanyak 95,95 persen satuan PAUD telah menerapkan minimal enam indikator layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).

 

Dalam kunjungan tersebut, sesi diskusi dan tanya jawab menjadi ruang penting bagi kedua daerah untuk saling berbagi pengalaman, khususnya mengenai strategi penguatan layanan PAUD, pengembangan kompetensi pendidik, kemitraan, penguatan kelembagaan, serta keterlibatan berbagai unsur dalam membangun pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Dr. Ida Ayu Ketut Surya Adnyani Mahayastra, S.E., M.AP., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk belajar dan bertukar pengalaman dengan Kabupaten Bantul.

“Kami hadir untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring. Praktik-praktik baik yang telah dikembangkan Kabupaten Bantul menjadi inspirasi yang dapat kami pelajari dan sesuaikan dengan kebutuhan pengembangan PAUD di Kabupaten Gianyar.”
Dr. Ida Ayu Ketut Surya Adnyani Mahayastra, S.E., M.AP., Bunda PAUD Kabupaten Gianyar
(draft kutipan untuk konfirmasi narasumber)

 

Pertukaran pengalaman antara Bantul dan Gianyar diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan semata, tetapi dapat berkembang menjadi jejaring kolaborasi antardaerah dalam memperkuat layanan PAUD. Terlebih, tantangan pendidikan anak usia dini membutuhkan pendekatan yang komprehensif, berkelanjutan, serta melibatkan seluruh unsur dalam ekosistem pendidikan.

 

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata antara Ibu PAUD Kabupaten Bantul dan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, serta antara Ketua Pokja Ibu PAUD Kabupaten Bantul dan Sekretaris Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gianyar. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama. Kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa penguatan PAUD merupakan agenda bersama lintas daerah. Dari Bantul dan Gianyar, semangat yang sama terus digaungkan: menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang bermutu, inklusif, berakar pada budaya, serta mampu menyiapkan generasi yang tumbuh dan berkembang secara optimal. (RAA)