Berita

Horeeeeee , Sekolah Di Bantul Masuk 10 Besar Indek Integritas Ujian Nasional ( IIUN ) 2015

Jumat Pahing, 12 Juni 2015 13:09 WIB 4262

foto
Prestasi Bukanlah Tujuan Utama , Tetapi Bagaimana Proses dalam Meraih Prestasi ,

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan prihatin dengan rendahnya nilai Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) di mayoritas SMP dan sederajat se-Indonesia. 
Berdasarkan hasil penilaian Kemendikbud, lebih dari 55 persen SMP di Indonesia meraih nilai UN tinggi, namun nilai intergritasnya rendah.

"Hasil penilaian nilai UN dan nilai integritas (kejujuran) seluruh SMP kami buat dalam grafik kurva. Ada empat sisi dalam kurva tersebut. Dan ternyata jumlah sekolah yang berada di kurva nilai UN tinggi tapi nilai kejujuran rendah paling banyak. Sebagian besar sekolah SMP di Indonesia menunjukan ketidakjujuran saat mengerjakan UN," ujar Anies, di SMPN 1 Magelang Jawa Tengah, Kamis (11/06/2015).

Sedangkan sekolah yang memeroleh nilai UN Tertinggi dan nilai kejujuran tinggi masih sangat sedikit. "Dari 52 ribu SMP di Indonesia, hanya 70 sekolah yang nilai kejujurannya di atas 95. Kalau sekolah nilai kejujurannya di atas 97 hanya 1, yakni SMPN 1 Magelang. Batas toleransi nilai IIUN-nya 8, " jelasnya.

Dirinya bertekad untuk mengubah perilaku buruk tersebut dan akan meningkatkan persentase jumlah sekolah yang memiliki nilai kejujuran tinggi. 

"Potret ini harus berubah tahun depan. Sekolah harus memiliki nilai kejujuran tinggi dan nilai UN tinggi. Cara meningkatkan nilai kejujuran itu mudah, tak perlu kerja keras, cukup untuk berhenti mencontek saja," papar pendiri Program Indonesia Mengajar ini.

Selain itu, untuk memacu sekolah agar meningkatkan nilai kejujuran, pihaknya akan memanggil kepala sekolah yang mendapatkan nilai integritas tinggi ke Jakarta untuk dijadikan teladan bagi sekolah di daerah lainnya. 

"Saya akan sebar data rinci per sekolah di sebuah kabupaten kepada pemimpin daerahnya. Biar pemda tahu keadaan nyata di sekolah," tegas Anies.

Pihaknya juga akan memperbanyak sekolah yang ujian dengan komputer di tahun depan untuk mengurangi kecurangan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merilis 70 SMP yang memiliki Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) 2015. Nilai ini mencerminkan tingkat kejujuran peserta dalam mengerjakan soal UN Ini 10 SMP di antaranya:

1. SMPN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah (97,12)
2. SMPN 4 Pakem, Sleman, DIY (96,78)
3. SMPN 1 Godean, Sleman, DIY (96,72)
4. SMPN 115 Jakarta (96,69)
5. SMP Labschool Kebayoran (96,69)
6. SMPN 5 Yogyakarta, DIY (96,55)
7. SMPN 2 Bantul, DIY (96,55)
8. SMP Labschool Jakarta (96,52)
9. SMPN 2 Purworejo, Jawa Tengah (96,49)
10. SMP Kanisius Jakarta (96,46).

Sekolah yang meraih nilai indeks integritas tertinggi tersebut secara umum juga meraih rerata nilai UN di atas 90. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan memberikan apresiasi kepada SMPN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, atas prestasi ini. Mendikbud mengatakan, capaian keberhasilan ini hendaknya tidak hanya dilihat dari nilai semata.

"Republik ini butuh anak yang berintegritas tinggi dan berkarakter kuat," katanya saat meninjau SMPN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2015).

Kedatangan Mendikbud ke sekolah ini secara khusus ingin bertemu langsung dengan para guru, peserta didik, lingkungan sekolah, serta pengelola daerahnya.

"Saya mendengar cerita bahwa Pak Walikota (Magelang) sering keliling ke sekolah. Tidak aneh kalau ekosistem pendidikannya baik," kata Menteri Anies.

Mendikbud mengatakan, prestasi peserta didik dipengaruhi oleh ekosistem pendidikan yang baik. Menurut dia, peserta didik perlu dibina dan sekolah juga perlu diberikan kesempatan untuk berkembang. Lebih dari itu, kata dia, juga diperlukan komitmen pemimpin daerahnya.

Para kepala sekolah penting sekali perannya. Jangan hanya dilihat dari sisi administratif, tetapi kepemimpinan adalah hal yang mendasar," katanya.

Mendikbud Anies menggarisbawahi, sekolah dengan nilai indeks integritas yang tinggi ini hendaknya jangan dicatat sebagai sebuah keanehan, tetapi sesuatu hal yang wajar terjadi. Mendikbud mengajak agar generasi sekarang menjadi bagian dari generasi perubahan.
"Jadikan hal ini sebagai norma baru. Namanya ujian ya jujur, tidak ada anehnya," katanya.

 Revolusi Mental Ya pak ????

  ( disarikan dari beberapa sumber berita ) . pur_jogja